Bergabung dengan Grup Relawan Sosial: Pengalaman dan Pelajaran dari Cilegonkota

Iseng aja awalnya. Dua tahun lalu gw gabung grup relawan sosial di Cilegonkota buat ngisi waktu luang. Gak nyangka, keputusan sederhana itu malah ngubah banyak hal dalam hidup. Dari sekadar kegiatan sosial, ternyata jadi ruang belajar empati dan ketemu orang-orang inspiratif.
Alasan Gabung yang Gak Terduga
Gw bukan tipikal orang yang aktif organisasi. Setelah pindah ke Cilegonkota dan kerja sebagai penulis lepas, rutinitas harian berasa monoton bangeet. Suatu hari nemu postingan komunitas "Relawan Peduli Cilegon" yang lagi cari relawan buat bagi-bagi sembako. Langsung chat adminnya, gak pikir panjang.
Pertama dateng ke posko, suasana ramai tapi tertib. Tugas gw simpel: catat nama penerima bantuan. Dari situ gw liat betapa solidnya tim ini. Ada yang sibuk masak, ngerapihin logistik, sampe ngatur rute distribusi. Semua kerja tanpa banyak komando.
Yang bikin betah, atmosfernya egaliter. Gak ada sebutan formal, semua panggil "kak" atau "mas". Ide kegiatan bisa datang dari siapa aja, asal disetujui bareng-bareng langsung dieksekusi. Beda bangeet sama lingkungan kerja kantoran yang penuh protokol.
Pelajaran Hidup yang Gak Terduga
Setelah setahun lebih aktif, gw sadar kegiatan relawan itu bukan cuma soal memberi. Justru gw yang banyak belajar dari warga. Mereka yang hidupnya serba kekurangan malah sering nawarin tempat duduk atau air minum pas kita kecapean.
Kerelawanan juga ngajarin manajemen waktu. Gw harus pintar bagi jadwal antara ngejar deadline tulisan, kegiatan sosial, dan urusan pribadi. Awalnya kewalahan, tapi lambat laun bisa nemuin ritme. Misal, gw batasin ikut aksi cuma di akhir pekan atau pas lagi gak ada job nulis.
Yang gak disangka, komunitas ini jadi tempat berkembangnya skill baru. Dari pemalu sekarang lebih pede ngomong di depan umum. Belajar ngatur logistik sederhana, bikin laporan, sampe negosiasi sama donatur. Ilmu praktis yang gak diajarin di kampus.
Buat yang Mau Mulai
Kalo kamu tertarik tapi masih ragu, saran gw: langsung aja coba. Cari komunitas yang sesuai passion, entah itu pendidikan, lingkungan, atau tanggap bencana. Gw sendiri milih yang kegiatannya variatif biar gak jenuh. Jangan sungkan mulai dari peran kecil. Dateng dulu, kenalan, ikutin arahan koordinator. Nanti bakal ketemu sendiri di mana kontribusi terbaikmu. Yang penting konsisten, bukan berapa jam waktunya.
Inget, relawan sosial itu tentang memberi tanpa pamrih. Hadiah terbesarnya adalah kepuasan batin, relasi baru, dan pengalaman berharga. Kalo ngebet pengakuan atau imbalan materi, mending cari kegiatan lain.
Pengalaman dua tahun ini bikin gw sadar satu hal: aksi kecil pun bisa berdampak besar. Dari cuma iseng, sekarang gw bangeet jadi bagian dari komunitas yang bikin Cilegonkota lebih hangat.


Buat yang pengen tahu lebih banyak tentang dunia kerelawanan, bisa cek artikel-artikel menarik di Kompas Lifestyle.